PT Gunung Madu Plantations (GMP) raih Penghargaan Pilar Ketahanan Pangan dan Hilirisasi

PT Gunung Madu Plantations (GMP) menyabet penghargaan sebagai perusahaan agroindustri dengan kategori Pilar Swasembada Gula Nasional dan Hilirisasi Industri Perkebunan dalam ajang Lampung Post Awards 2026. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi GMP dalam meningkatkan produksi gula nasional sekaligus mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan di Provinsi Lampung. Perwakilan manajemen GMP menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Mereka juga mengapresiasi pihak penyelenggara yang memberikan pengakuan terhadap kontribusi perusahaan. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan. Penghargaan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi bagi swasembada gula nasional,” ujar Kepala Departemen Services GMP, Iwan Kurniawan, S.T, saat gelaran Executive Forum di Hotel Emersia, Selasa, 14 April 2026.

PT GMP merupakan salah satu perusahaan gula dengan kapasitas pabrik terbesar di Indonesia. PT GMP merupakan salah satu perusahaan gula dengan kapasitas pabrik terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memegang peran penting dalam mendukung program swasembada gula nasional, sekaligus menjadi pionir industri gula modern di luar Pulau Jawa sejak berdiri pada 1975. Operasional utama GMP berada di wilayah Lampung Tengah, dengan sistem produksi yang terintegrasi, mulai dari budidaya hingga pengolahan, membuat perusahaan mampu menjaga stabilitas pasokan gula. Berdasarkan data produksi 2025, GMP mencatatatkan produksi sekitar 236.000 ton GKP, menjadikannya kontributor terbesar di provinsi lampung dengan 31% dari total produksi Lampung yang mencapai 760.000 ton Gula. Secara nasional GMP menyumbang hampir 9% produksi GKP nasional yang mencapai 2,6 juta ton. Ini menegaskan posisi GMP sebagai salah satu produsen gula strategis di luar Pulau Jawa

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, GMP terus melakukan berbagai inovasi. Perusahaan mengembangkan teknologi pertanian modern, termasuk penggunaan mekanisasi dan Menggunakan teknologi hijau dan system budidaya tebu ramah lingkungan termasuk penerapan tebang tebu hijua tanpa bakar. Selain itu, GMP menjalin kemitraan dengan petani tebu lokal. Kolaborasi itu bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami terus menggandeng petani tebu di sekitar perusahaan untuk meningkatkan hasil produksi. Kemitraan itu menjadi kunci dalam mendukung swasembada gula nasional,” ujarnya. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Kehadiran GMP memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah. Perusahaan pun menyerap ribuan tenaga kerja, baik karyawan tetap maupun pekerja musiman. Selain itu, GMP juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu program unggulannya adalah penanaman 60.000 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir timur lampung di Desa Pasir Sakti Kabupaten Lampung timur. Upaya itu menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian lingkungan. Meski menunjukkan kinerja positif, industri gula nasional masih menghadapi berbagai tantangan. efisiensi proses produksi, serta meningkatnya biaya produksi setiap tahunnya menjadi isu utama. Namun, pengalaman lebih dari 50 tahun, GMP optimistis dapat terus beradaptasi. Perusahaan berkomitmen meningkatkan efisiensi dan memperkuat inovasi guna mendukung target swasembada gula nasional. Pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi dapat tercapai pada 2027. Dalam konteks itu, peran perusahaan seperti GMP menjadi sangat krusial.

Berita Terkait

Berita Terkait

error: Content is protected !!

Bagikan artikel berikut

Facebook
Twitter
WhatsApp
LinkedIn