Panen Raya Tebu di Tubaba

Fokus Tawon Tuesday, 30/08/2016



Panen Raya Tebu di Tubaba

Inovasi Petani Ciptakan Teknik Ombol Raden

 

Ayunan golok menebas batang tebu oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Ir Edi Yanto, MSi. menandai seremonial panen raya tebu petani mitra PT GMP, di kebun tebu areal Mitra Mandiri Basa Raden, Kabupaten Tu-lang Bawang Barat (Tubaba), 30 Agustus lalu. Dalam sambutan, pak Edi Yanto mengatakan sektor perkebunan dapat menjadi ciri khas suatu daerah yang berkem­bang dari sisi ekonomi. Seperti yang ter­jadi di Tulang Bawang Barat seba­gai kabupaten baru.

Hal ini tentu tidak terlepas dari pe­ran semua pihak, termasuk peme­rintah. Sehingga dia cukup meng­apre­siasi pemerintah Tulang Ba­wang Barat untuk mengembangkan tanaman tebu sebagai salah satu ko­moditas unggulan. “Provinsi Lampung secara umum terkenal dengan komoditas kopi dan singkong, saat ini sudah harus ber­kembang dengan berbagai unggulan komoditas lain. Tebu adalah salah sa­tunya,” katanya.

Divisi Kemitraan PT GMP mela­por­kan, kelompok petani tebu di Tu­lang Bawang Barat yang bekerjasama dengan PT GMP saat ini tersebar di tujuh wilayah dengan total luas area tan­am mencapai kurang lebih 150 Ha. Jumlah ini tiap tahun terus berkem­bang seiring dengan keikutsertaan Tu­lang Bawang Barat dalam program Bansos Tebu yang dicanangkan pe­merintah pusat dalam rangka swa­sembada gula nasional tahun 2019.

Kelompok tani tebu Mitra Mandi­ri dari Kampung Karta, Basa Raden adalah salah satu anggota kelompok yang sukses berbudidaya tanaman te­bu. Pada musim tebang dan giling ke-39 tahun 2016 ini, tercatat hingga Agustus atau saat persentase te­bang mencapai 70%, rata-rata pro­duk­ti­vitas tebu yang dihasilkan men­capai 97.92 ton/ha.

Basa Raden atau lebih gaul disa­pa Pak Raden sangat menyukai va­rietas GM 25, GMP 03, dan SS 57. Ke­tiga varietas itu mudah dijumpai di kebun miliknya yang terawat baik. Demi memerbaiki kualitas tanaman, pak Raden membuat membuat aneka per­cobaan dan inovasi, termasuk tek­nik sistem tanam yang dia sebut Ombol Raden. Menurutnya, pembe­da dari sistem tanam Ombol Raden ini dari sistem tanam di PT GMP ada­lah penanaman bibit tebu dilakukan secara ombol atau mengelompok se­ba­nyak enam batang bibit yang telah dipotong tiga ruas dalam satu lokal. Jarak antar ombol dalam satu lajur rid­ger sepanjang 50Cm.

Menurut pak Raden, sistem ta­nam ini memungkinkan bibit tebu da­pat tumbuh dan memiliki rumpun le­bih banyak. Meskipun percobaan yang dia lakukan ini secara massal be­lum dapat dijamin keberhasilan­nya, namun paling tidak kreativitas ini membuatnya semakin semangat untuk berinovasi demi menaikkan pro­duktivitas tebu.

Kepala Divisi Kemitraan, Ir. Sri­yanto, mengatakan selama ini PT GMP melalui Divisi Kemitraan sa­ngat mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh petani mitra dalam berbudidaya tebu. De­ngan catatan para petani tetap menge­depankan unsur efektivitas, efisiensi, dan produktivitas optimal. Efektif da­lam kegiatan teknis budidaya, efisien dalam biaya dan produktif dalam men­capai hasil.

“Asal memenuhi ketiga unsur ter­sebut, Divisi kemitraan akan se­nan­tiasa mendukung dan membantu mengembangkannya ke wilayah mi­tra yang lain,” pungkas Pak Sri.

Agung Santoso, SP

INFORMASI TERBARU

Semoga Para Haji GMP Kembali dengan Selamat
Warta Tawon Monday, 12/09/2016
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Anak Ge - Em Wednesday, 31/08/2016
Olahraga Memupuk Kebersamaan Antarkaryawan
Warta Tawon Wednesday, 31/08/2016
Panen Raya Tebu di Tubaba
Fokus Tawon Tuesday, 30/08/2016
Lomba Tumpeng HUT RI
Dinamika Tawon Saturday, 20/08/2016
199 Pelajar Peroleh Beasiswa KGM
Anak Ge - Em Saturday, 20/08/2016